|
home>news>berita:28/SYRIA>

KBRI BERHASIL SELAMATKAN TKI DARI WILAYAH KONFLIK

Pada April lalu, KBRI berhasil menyelamatkan Nita Sari dari Kota Wa’er dan membawanya ke shelter KBRI Damaskus.

Kota Wa’er merupakan satu-satunya wilayah di Provinsi Homs yang masih dikuasai oleh kelompok bersenjata dan masih sering terjadi konflik senjata meskipun telah diupayakan perjanjian damai sejak 2014 lalu.

Nita tiba di Suriah pada 22 April 2009 dan bekerja di Kota Wa’er Provinsi Homs. Dua tahun kemudian, konflik Suriah pecah dan menyebar ke hampir seluruh provinsi Suriah, termasuk Provinsi Homs. Pada tahun 2013, keadaan semakin memburuk dimana jalan keluar-masuk ke Kota Wa’er ditutup sehingga bahan makanan tidak dapat masuk ke dalam kota tsb. Bantuan bahan makanan dari UN (United Nation) dapat masuk ke dalam kota tsb hanya sebulan sekali.

“Untuk bertahan, kami harus menghemat bantuan bahan makanan dari UN. Beberapa orang warga disitu menanam sayur-sayuran sendiri untuk kebutuhan makan mereka” ujar Nita Sari.

Setiap harinya, suara tembakan senjata dan tank merupakan hal yang biasa didengar. Setiap suara itu terdengar, Nita dan majikan berlindung di rumah tetangga yang berada di lantai dasar.

Pada tahun 2015, Rumah majikan Nita runtuh tertembak tank, sehingga dokumen penting termasuk paspor ikut terbakar di dalamnya. Saat kejadian tsb, Nita tengah berlindung di ruangan lantai dasar, sehingga Nita dan majikannya selamat. Selanjutnya Nita dan majikan berlindung ke rumah anak laki-laki majikan.

Nita mengaku bahwa selama bekerja pada majikan, baru dipenuhi gajinya selama 2 tahun yang seluruhnya telah dikirimkan ke Indonesia.

KBRI Damaskus membutuhkan waktu lama dalam upaya penelusuran dan penyelamatan Nita karena sulitnya melakukan kontak di daerah yang terisolasi, disamping KBRI tidak mendapat data yang lengkap dari Indonesia, termasuk nama lengkap Nita Sari.

Setelah berbagai upaya yang dilakukan KBRI melalui koordinasi dengan kontak person KBRI di Homs, Kepala Kepolisian Provinsi Homs, pihak militer, Kementerian Dalam Negeri Suriah, dan Kementerian Luar Negeri Suriah, akhirnya KBRI berhasil menelusuri hingga menyelamatkan Nita dari Kota Wa’er dan membawanya ke shelter KBRI Damaskus.

Keberhasilan mengeluarkan Nita dari daerah konflik yang terkepung merupakan hasil dari hubungan baik yang terus dibina antara KBRI dengan Pemerintah Suriah.

KBRI mensinyalir masih banyak Nita – Nita lain yang terjebak di daerah konflik di Suriah, karena sampai saat ini masih berlangsung pengiriman TKI ke Suriah oleh agen – agen yang tidak bertanggung jawab meskipun konflik di Suriah masih berlangsung.

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/damascus/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/KBRI-BERHASIL-SELAMATKAN-TKI-DARI-WILAYAH-KONFLIK.aspx )