|
home>news>berita:23/TAIWAN>

RUU Taiwan terkait Perekrutan Tenaga Kerja Asing Profesional Kembali Dibahas

Taipei, (30 Mei 2017) sebagaimana diberitakan dalam laman resmi http://focustaiwan.tw bahwa Komite Legislatif Yuan akan meninjau rancangan undang-undang (RUU) pada hari Rabu yang bertujuan untuk mempermudah peraturan mengenai visa, ijin kerja, pajak dan tempat tinggal untuk pekerja asing sektor kerah putih (white collar) di Taiwan.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa Komite Ekonomi mengkaji Rancangan Undang-Undang terkait Perekrutan dan Pekerjaan Profesional Tenaga Kerja Asing Berbakat akan dilaksankan pada hari terakhir dari sesi pembahasan di legislatif tersebut, yang berarti bahwa siding legislatif berikutnya kemungkinan dapat dimulai paling cepat pada bulan September .

RUU yang telah disetujui oleh Kabinet pada bulan April lalu, memperpanjang ijin kerja dan tempat tinggal untuk tenaga profesional asing kerah putih dari jangka waktu maksimum tiga tahun sampai batas maksimum lima tahun.

Serta menghapus persyaratan bahwa pekerja profesional tersebut harus tetap tinggal di Taiwan selama 183 hari per tahun untuk mempertahankan status mereka.

Hal ini memungkinkan warga negara asing dapat memasuki Taiwan dengan visa mencari kerja (job-seeking visa) yang akan berlaku enam bulan, yang selama ini hanya tiga bulan, dan dapat diperpanjang enam bulan kemudian, tanpa harus meninggalkan Taiwan.

Berdasarkan peraturan yang diusulkan, kategori kerja baru yang disebut Employment Gold Card akan diperkenalkan untuk kategori pekerjaan tenaga profesional asing tertentu.

"Kartu 4 in 1" akan termasuk ijin kerja (work permit), visa tinggal (residence visa), izin tinggal di luar negeri (alien residency permit) dan izin masuk kembali (re-entry permit) yang berlaku paling sedikit tiga tahun, sebagiamana tertuang dalam draf rancangan undang-undang tersebut.

Dalam hal persyaratan umum untuk pekerjaan di luar profesi mengajar, warga negara asing dengan pengalaman kerja yang dibutuhkan harus menunjukkan bahwa mereka mendapatkan penghasilanminimal setara dengan NT$ 47.971 (US $ 1.578) atau sekitar Rp. 21.155.211 (asumsi kurs NT$ 1 = Rp. 441) per bulan sebelum datang ke Taiwan.

Mereka yang tidak memiliki pengalaman kerja sebelumnya akan diminta untuk menunjukkan gelar dari universitas yang berada di antara 500 teratas di dunia, sesuai dengan peraturan yang diusulkan tersebut.

Sementara itu, mahasiswa dan lulusan baru universitas asing akan diizinkan untuk mencari magang di perusahaan Taiwan. Dalam kategori seniman freelance dan artis asing, mereka akan diizinkan untuk mengajukan permohonan izin kerja sendiri dan tidak lagi meminta calon majikan untuk mensponsori mereka.

Terkait pajak, selama tiga tahun pertama bekerja di Taiwan, beberapa kategori pekerjaan profesional asing akan dikenai pajak hanya setengah dari pendapatan mereka yang melebihi NT$ 2 juta, sesuai dengan peraturan yang diusulkan.

Dalam rancangan undang-undang tersebut, pekerja profesional asing kerah putih akan memenuhi syarat untuk dimasukkan ke dalam sistem pensiun ketenagakerjaan baru di Taiwan, dan mereka yang memiliki tempat tinggal tetap akan memiliki pilihan untuk pembayaran lumpsum atau pensiun bulanan pada saat pensiun.

Rancangan undang-undang tersebut juga mengubah peraturan yang berlaku untuk anak-anak dan pasangan pekerja asing profesional kerah putih di Taiwan. Bagi yang memiliki status tinggal permanen, pembatasan tinggal untuk anak kecil dan pasangan akan dihapus.

Selain itu, pasangan tenaga kerja asing profesional beserta anak kecilnya tidak lagi harus menunggu enam bulan untuk memenuhi syarat untuk mendapatkan asuransi kesehatan nasional Taiwan, sesuai dengan rancangan undang-undang tersebut.

Sebagai informasi bahwa saat ini total Tenaga Kerja Indonesia yang bekerja di Taiwan sebanyak 252.341 orang (update April 2017) menurut data Ministry of Labor (MoL) Taiwan. Penyebaran tenaga kerja asing di Taiwan hampir diseluruh wilayah Taiwan yang terbagi dalam 22 wilayah kota dan kabupaten. Saat ini jumlah TKI di Taiwan sekitar 40 % dari total keseluruhan tenaga kerja asing lainnya (Vietnam, Filipina, Thailand serta negara lainnya). Saat ini TKI yang bekerja ke Taiwan masih didominasi oleh sektor domestik sekitar 75 %, dan non domestik 25 %.

(Sumber  : http://pengaduantkitaiwan.blogspot.co.id/2017/05/ruu-taiwan-terkait-perekrutan-tenaga.html )