|
home>news>berita:2/MALAYSIA>

Bertemu Vendor, KJRI Johor Bahru Jelaskan Prosedur Penerbitan Paspor Untuk Rehiring

KJRI Johor Bahru diwakili oleh Pelaksana Fungsi (P.F) Konsuler 1, PF. Kosuler 2, P.F. Pensosbud dan Staf Teknis Imigrasi pada 27 April 2017 telah mengadakan pertemuan dengan 3 perusahaan vendor/penyedia jasa yang ditunjuk pemerintah Malaysia dalam penanganan program rehiring. Dalam pertemuan ini hadir perwakilan dari IMAN Sdn. Bhd., Bukit Megah Sdn Bhd, dan MyEG Services Berhad. Pertemuan ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan mengenai prosedur pemberian paspor bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang mendaftar melalui program E-KADdan selanjutnya akan mengikuti program rehiring.

PF. Konsuler 2, Argiadipa, menjelaskan bahwa KJRI Johor Bahru telah mulai melayani pembuatan paspor bagi WNI dalam program E-Kad dan rehiring. "Sebagai perwakilan Pemerintah RI, KJRI Johor Bahru memiliki kewajiban untuk memberikan pelayanan dan memastikan bahwa TKI mendapatkan perlindungan sebagaimana mestinya", kata Argiadipa. Dalam rangka perlindungan tersebut, untuk pembuatan paspor di KJRI Johor Bahru, peserta program E-Kad dan rehiring, terlebih dahulu harus membuat kontrak kerja dan mendaftarkan diri pada asuransi Indonesia sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Pembuatan kontrak kerja oleh pekerja dan majikan dapat dilakukan di Loket 11 bagian Ketenagakerjaan KJRI Johor Bahru, setelah terlebih dahulu dilakukan pengecekan terhadap validitas E-Kad oleh petugas. Selain pengecekan keaslian E-Kad,petugas juga akan meminta paspor asli atau salinan/fotokopi paspor danlaporankehilangan (police report) apabila paspor asli hilang. Setelah membuat kontrak kerja, TKI dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti asuransi Indonesia. Saat ini, telah ada satu konsorsium asuransi Indonesia beroperasi secara resmi dan membuka cabang di Johor Bahru.

Setelah memiliki kontrak kerja dan asuransi, TKI dapat menuju ke fungsi Imigrasi KJRI Johor Bahru. Staf Teknis Imigrasi, I Gusti Bagus, menyatakan bahwa penerbitan paspor RI merupakan wewenang penuh pemerintah Indonesia dan UU Keimigrasian mensyaratkan adanya paspor asli, ataufotokopinya yang disertai surat keterangan hilang dari kepolisian. "Apabila persyaratan terpenuhi, akan diproses untuk input data ke dalam Sistem Informasi Keimigrasian (SIMKIM)", lanjut Gusti. Namun demikian, apabila terjadi duplikasi identitas, seperti perbedaan nama, maka paspor tidak dapat diterbitkan dan bagi WNI tersebut akan diterbitkan Surat Perjalanan Laksana Paspor untuk dipergunakan pulang ke Indonesia."Sistem akan menolak apabila terjadi duplikasi, dan hanya bisa dilakukan perubahan data pada sistem didaerah sesuai dengan KTP nya" lanjut Gusti.Kepada vendor disampaikan pula bahwa biaya pengurusan paspor di KJRI Johor Bahru adalah RM 109 dalam waktu tiga hari kerja.

Selain menjelaskan mengenai paspor, dalam pertemuan ini juga dibahas teknis proses yang harus dilalui PATI yang akan mengikuti program E-KAD dan rehiring serta mengenai proses perpanjangan permit yang sering dikeluhkan oleh PMI.

(Sumber : http://www.kemlu.go.id/johorbahru/id/berita-agenda/berita-perwakilan/Pages/Bertemu-Vendor,-KJRI-Johor-Bahru-Jelaskan-Prosedur--Penerbitan-Paspor-Untuk-Rehiring.aspx )